Selamat datang di Baby-C, kami menyediakan perlengkapan bayi baru lahir, seperti baju bayi baru lahir, perlengkapan tidur bayi, paket perlengkapan bayi baru lahir (gift box), dan perlengkapan bayi lucu lainya.
News

Makanan Pelancar ASI

11 Februari 2012

Sebagai ibu yang baru melahirkan, merupakan suatu keharusan dalam memberikan ASI kepada bayinya. Akan tetapi kuantitas dan kualitas ASI setiap Ibu berbeda. Ada beberapa cara yang biasa dilakukan ibu agar ASInya mencukupi kebutuhan bayi, diantaranya menggunakan pompa yang biasa dijual dipasaran. Menurut ahli, popma tersebut kurang efektif. Rangsangan terbaik agar ASI dapat mengalir adalah rangsangan sedot dari bayi itu sendiri. Dengan intesitas yang lebih sering dengan sendirinya bayi lebih mudah mendapatkan ASI.

Selain itu dapat dibantu dengan asupan makanan alami, yang memang sudah terbukti khasiatnya, diantaranya:

1. Sayuran Hijau.

Daun katuk pasti menjadi pilihan ibu yang baru melahirkan. Karena dipercaya dari jaman dulu, bahwa katuk merupakan pelancar ASi terbaik. Penelitian yang menyatakan bahwa katuk efektif meningkatkan ASI pernah dimuat dalam jurnal Media Litbang Kesehatan volume XIV No. 3 tahun 2004. Disebutkan, ibu menyusui yang sejak hari kedua setelah melahirkan diberi ekstrak daun katuk sebanyak 3 x 300 mg setiap hari selama 15 hari berturut-turut, produksi ASI meningkat sebanyak 50,7%.

Selain itu daun katuk mengandung protein, lemak, kalium, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C yang lengkap. Kandungan nutrisi inilah yang membuat daun katuk melancarkan ASI dengan berperan mencukupi asupan nutrisi. Tanaman yang daunnya bersifat dingin dan manis ini juga mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Kandungan tersebut menyebabkan daun katuk juga berperan sebagai antidemam, melancarkan air seni (diuretic), dan membersihkan darah, sehingga baik untuk ibu yang baru melahirkan.

Sebaiknya, konsumsi daun katuk yang telah dimasak. Perebusan daun katuk dapat menghilangkan sifat racun (anti protozoa) yang terkandung di dalamnya.

2. Seperti daun katuk, kecambah yang aslinya bernama Medicago saliva ini juga dikenal sebagai gudang nutrisi. Alfalfa berasal dari Asia Barat dan bagian timur kawasan Mediterania.

Perannya sebagai pelancar ASI tidak lepas dari kandungan gizinya yang sangat lengkap seperti kalsium, potasium, zat besi, seng, vitamin A, B, B6, C, E, dan K. Kandungan saponinnya menjaga sel darah merah ibu yang baru melahirkan sehingga terhindar dari anemia. Sedangkan fitoestrogen yang terkandung di dalamnya berfungsi menyeimbangkan hormon estrogen, oksitosin, dan prolaktin selama masa menyusui.

Alfalfa dapat dikonsumsi mentah sebagai salad atau ditumis sebagai teman makan nasi. Jika ingin praktis, Anda bisa memilih alfalfa yang telah dikemas dalam bentuk tablet atau kapsul yang terstandarisasi atau berbentuk cairan klorofil. Alfalfa bisa Anda dapatkan di supermarket atau toko sayuran impor.

3. Herba yang sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur ini aslinya dari tenggara Eropa dan Asia barat. Kini fenugreek (Trigonella foenum-graecum) tumbuh di beberapa belahan dunia, seperti India, Afrika Barat, Argentina, Perancis dan Amerika. Di Indonesia, biji fenugreek sering disebut kelabat, kelabet atau klabet dan antara lain digunakan sebagai bumbu gulai.

Fenugreek sangat kaya fitoestrogen. Inilah yang menyebabkannya populer sebagai pelancar ASI di Eropa. Kandungan serat dan saponinnya yang tinggi juga dapat mengatasi sembelit yang sering dialami oleh ibu-ibu pasca melahirkan.

Untuk mengonsumsinya, European Society Comission of Publication (ESCOP), lembaga riset dan publikasi di Eropa menyarankan penggunaan biji fenugreek maksimal 6 gram per hari. Kandungan seratnya yang tinggi bisa menimbulkan diare, namun dapat diatasi dengan mengurangi dosisnya. Secara umum biji fenugreek aman untuk dikonsumsi.

Kelabet bisa diperoleh dengan mudah pada penjual bumbu di pasar maupun di supermarket, juga di toko obat TCM (Traditional Chinese Medicine) dalam bentuk ekstrak kering atau apotek terkemuka dalam bentuk suplemen.

Sebaiknya hindari herba yang dapat mengurangi produksi ASI seperti saga (Salvia officinalis) dan peterseli (Pertoselinum crispum); herba yang sifat kerjanya mempengaruhi hormon seperti adas (Foeniculum vulgare); bersifat pencahar seperti lidah buaya (Aloe vera); dan yang dapat terakumulasi di ginjal seperti comfrey (Symphytum officinale).

Dan untuk pengunaan ekstrak dalam bentuk kapsul, harus memperhatikan bahan baku, tanggal kadaluarasa dan aturan pakai.

So Keep rock with ASI, mom!

 



Baca juga
  » 24 September 2013
RESI PENGIRIMAN
Thank U for my lovely customer, We'll wait for ur comeback :)

  » 16 April 2013
Bedong Bayi
Mitos mengenai bedong bayi ini pun banyak berkembang di antara ibu-ibu yang melahirkan jaman sekarang. Bahkan banyak ibu muda yang meninggalkan bedong bayi ini. Berikut ini adalah fakta yang dikumpulkan mengenai bedong bayi.

  » 19 Maret 2013
Bahasa Bayi
Bahasa bayi adalah alat komunikasi yang digunakan bayi melalui ekspresi wajah, lidah dan mata untuk memberitahukan kepada ibunya melalui apa yang dirasa.

  » 6 Maret 2013
Teether
Teether dapat merangsang pertumbuhan gigi dan juga merangsang kemampuan motorik halus bayi seperti kemampuan bicara bayi.

  » 18 Februari 2013
Dot Bayi
Pro dan kontra penggunaan dot bayi yang dapat memberikan ketenangan tidur bayi tetapi juga dapat berakibat pada kemampuan verbal bayi.